REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Bupati Rejang Lebong, H. Muhammad Fikri Thobari, S.E, M.A.P memimpin kegiatan rapat koordinasi (rakor) yang dilakukan dengan Badan Bank Tanah terkait optimalisasi lahan eks hak guna usaha (HGU) yang sudah lama terbengkalai, di ruang rapat bupati Selasa 26 Agustus 2025.
Rakor ini dihadiri juga oleh Ketua DPRD Rejang Lebong, Juliansyah Yayan, perwakilan Badan Bank Tanah T. Kustanto dan Yagus Suyadi, Kabag Pemerintahan Setdakab Bobby Harpa Santana, serta sejumlah kepala desa.
Dimana mereka ini berasal dari desa yang wilayahnya masuk dalam kawasan eks perkebunan HGU, yakni Desa Kayu Manis, Sentral Baru, Barumanis, dan Kampung Sajad.
Dalam pemaparan Badan Bank Tanah, lahan eks HGU PT Sembada Nabracom di Desa Sentral Baru dan Barumanis seluas 293 hektare telah berakhir masa izin sejak 31 Desember 2014.
Dari total luas tersebut, 111 hektare kini dimanfaatkan PT Agrotea, 72 hektare dikuasai masyarakat, dan 103,6 hektare sudah mendapat sertifikat redistribusi tanah. Status lahan tersebut masuk kategori terlantar.























