REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Budidaya ikan lele menjadi salah satu upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Melalui program pembinaan kemandirian tersebut, warga binaan tidak hanya dilibatkan dalam proses pemeliharaan ikan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola kegiatan budidaya hingga memasuki masa panen. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian, kedisiplinan, serta menumbuhkan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Panen lele yang dilaksanakan di lingkungan Lapas Curup menjadi salah satu bentuk nyata dari pelaksanaan program pembinaan berbasis keterampilan. Dalam prosesnya, warga binaan mendapatkan pengalaman mulai dari perawatan kolam, pemberian pakan, pemeliharaan ikan, hingga penanganan hasil panen.
Keterampilan tersebut dinilai memiliki nilai praktis karena budidaya ikan lele dapat dikembangkan sebagai kegiatan produktif maupun peluang usaha dengan menyesuaikan kemampuan dan sumber daya yang tersedia.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Dudi Anggriyono menyampaikan, pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat.
“Pembinaan kemandirian menjadi salah satu upaya kami untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang produktif dan bernilai ekonomi. Melalui budidaya ikan lele, kami berharap mereka dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya, Jum’at 9 Oktober 2026.
Dudi juga menjelaskan, pembinaan tidak hanya berorientasi pada aktivitas selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga perlu memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan mereka setelah bebas.
Dalam kegiatan budidaya lele, warga binaan dilatih untuk memahami pentingnya ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Proses pemeliharaan ikan membutuhkan perhatian secara berkala, mulai dari menjaga kondisi kolam hingga memastikan pemberian pakan dan perawatan berjalan dengan baik.
“Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif sekaligus meningkatkan kepercayaan diri warga binaan untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki,” jelas Dudi.
Di sisi lain, kegiatan panen menjadi bagian dari proses evaluasi pembinaan yang dijalankan secara berkelanjutan. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan produktif, warga binaan diharapkan mampu memahami proses kerja, mengembangkan keterampilan praktis, serta mengenali potensi kegiatan ekonomi yang dapat dijalankan secara mandiri.
Lapas Kelas IIA Curup berkomitmen untuk terus mengoptimalkan berbagai program pembinaan kemandirian melalui kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi warga binaan. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu bekal untuk menghadapi tantangan kehidupan setelah menjalani masa pidana.
“Pada akhirnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya dilihat dari aktivitas yang berlangsung di dalam lapas, tetapi juga dari kesiapan warga binaan untuk kembali beradaptasi, membangun kehidupan yang lebih baik, dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat,” tutupnya.
Melalui budidaya lele dan berbagai program keterampilan lainnya, Lapas Curup berupaya membuka kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri, sehingga masa pembinaan dapat menjadi titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih mandiri dan produktif. (NAC)























